Perkuat Kompetensi Guru, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY Adakan Pelatihan Asesmen Diagnostik dan Adaptive Practice

beritabernas.com – Dalam rangka untuk memperkuat kompetensi guru, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY mengadaka pelatihan Asesmen Diagnostik dan Adaptive Practice Berbantuan Artificial Intelligence (AI) di SMA Negeri 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis 30 Juli 2026.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Guru dalam Penyusunan Asesmen Diagnostik dan Adaptive Practice Berbantuan Artificial Intelligence pada Pembelajaran Sains di SMA Negeri 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo ini diikuti 15 guru fisika dari berbagai sekolah di Kabupaten Kulon Progo.

Ketika membuka pelatihan, Dr Yusman Wiyatmo MSi selaku Ketua Pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai pendukung penyusunan asesmen diagnostik dan adaptive practice pada pembelajaran sains.

Suasana pelatihan Asesmen Diagnostik dan Adaptive Practice Berbantuan Artificial Intelligence (AI) di SMA Negeri 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis 30 Juli 2026. Foto: Istimewa

Pelatihan ini dilaksanakan bersama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kabupaten Kulon Progo sebagai mitra kegiatan. Menurut Yusman, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik.

“Pelatihan ini kami adakan sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence secara tepat. Harapannya, guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memanfaatkannya untuk mendukung proses pembelajaran,” ujar Dr Yusman.

Pelatihan menghadirkan Dyah Kurniawati Agustika MSc sebagai narasumber dengan materi mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan asesmen diagnostik dan adaptive practice. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Artificial Intelligence bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila digunakan secara bijaksana.

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun draft soal secara lebih efisien, sementara guru tetap berperan menentukan tujuan pembelajaran, konteks soal dan miskonsepsi yang ingin diidentifikasi melalui setiap butir asesmen.

Baca juga:

Artificial Intelligence dapat membantu guru menyusun draft soal secara lebih efisien. Namun, guru tetap memegang peran utama dalam menentukan tujuan pembelajaran, merancang asesmen, dan mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik sehingga hasilnya benar-benar bermakna,” ungkapnya.

Selain pemaparan materi dari narasumber, peserta mengikuti sesi hands-on dan diskusi interaktif untuk mencoba penyusunan asesmen diagnostik berbantuan Artificial Intelligence berdasarkan permasalahan pembelajaran yang dihadapi di kelas. Suasana pelatihan berlangsung aktif melalui pembahasan penyusunan prompt, pengembangan soal diagnostik dan berbagai pertanyaan mengenai penerapan adaptive practice dalam pembelajaran.

Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan AI sebagai pendukung penyusunan asesmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Kegiatan ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY.

Tim PkM Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY yang mengadakan pelatihan Asesmen Diagnostik dan Adaptive Practice Berbantuan Artificial Intelligence (AI) di SMA Negeri 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis 30 Juli 2026. Foto: Istimewa

Tim dosen yang terdiri atas Dr Yusman Wiyatmo MSi, Prof Dr Heru Kuswanto MSi, Dr Supardi MSi dan Dyah Kurniawati Agustika MSc yang berperan memberikan materi, pendampingan dan memfasilitasi sesi diskusi dan hands-on. Sementara mahasiswa turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui pendampingan peserta, dokumentasi dan koordinasi teknis selama pelatihan berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MGMP Fisika Kabupaten Kulon Progo Juhan Wahyudi SPd mengapresiasi pelaksanaan pelatihan. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi guru-guru fisika dalam memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai pendukung pembelajaran. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran fisika,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sains melalui pengembangan kompetensi guru. Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam penyusunan asesmen diagnostik dan adaptive practice menjadi salah satu langkah untuk mendorong pembelajaran yang lebih adaptif, bermakna, dan selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *