Pesparani di Kupang Melambangkan Kehidupan Beragama di Indonesia yang Plural dan Harmonis

beritabernas.com – Ketua Umum Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) ke-2 tingkat nasional dan ditutup Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Pesparani yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 28 Oktober 202 itu menggambarkan kehidupan beragama di Indonesia. Sebab, dalam pesta paduan suaara gerejani umat Katolik itu melibatkan organisasi lintas agama dalam kepanitiaan.

“Pesparani ini melambangkan kehidupan beragama di Indonesia yang plural dan harmonis. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan organisasi lintas agama dalam kepanitiaan,” kata Ketua Umum Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala dalam rilis yang diterima beritabernas.com, Jumat 9 September 2022.

Menurut Adrianus Meliala, LP3KN merupakan panitia tetap Pesparani dan bekerja sama dengan panitia lokal, seperti pada Pesparani I 2018 di Maluku. LP3KN adalah lembaga yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama.

Dikatakan, tema besar Pesparani ke-2 tingkat Nasional yang diusung panitia penyelenggara adalah Membangun Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Maju.

Adrianus Meliala mengatakan, Ketua Umum Pelaksana Perparani II adalah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT KH Jamaludin Ahmad. “Ini merupakan penguatan hubungan kita sesama anak bangsa. Selama kegiatan berlangsung juga akan melibatkan pemuda Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan pemmuda dari agama lain untuk menjaga keamanan di lokasi acara,” ujar Adrianus.

Menurut Adrianus, salah satu misi LP3KN adalah menggali, mengembangkan dan melestarikan kekayaan seni budaya gerejani beserta kandungan nilai-nilai spiritualitasnya dalam perpaduan dengan kekayaan seni budaya lokal. Hal ini sebagai bagian dari kekayaan iman yang perlu terus diwarisi dan dikembangkan gereja.

Sementara Ketua Bidang Humas LP3KN Muliawan Margadana menambahkan, Pesparani II Nasional ini seyogyanya dilaksanakan pada 2020. Namun, penyelenggaraannya harus ditunda tahun 2022 karena pandemi Covid-19 yang sangat tinggi dengan penerapan protokol kesehatan.

“Puji Tuhan, Covid-19 semakin mereda dan dapat dikendalikan oleh pemerintah, sehingga Pesparani di Kupang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari 34 provinsi,” kata Muliawan.

Menurut Muliawan, selain untuk acara keagamaan, kehadiran peserta dan ofisial masing-masing diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat, terutama usaha kecil dan menengah, yang terus digalakkan pemerintah daerah dan pusat.

Muliawan menambahkan, selain unsur pemerintahan, Pesparani Nasional di Kupang akan dihadiri para uskup dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) serta para undangan dari kementerian, lembaga-lembaga negara, tokoh agama, dan masyarakat.

Menjelang penyelenggaraan Pasparani di Kupang, Muliawan mengatakan, persiapan semakin matang dan terukur. “Kami berharap dukungan dari semua pihak agar event nasional ini berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang kita harapkan bersama,” ujar Muliawan. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *