beritabernas.com – Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dr Raden Stevanus Christian Handoko mendukung event Jogja Scooter Parade 2026 karena berpotensi menjadi festival Scooter terbesar di dunia.
Dr Raden Stevanus pun mengapresiasi gelaran Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) berlangsung pada 25–26 Juli 2026. Menurutnya, kehadiran ribuan pecinta scooter dari berbagai daerah bahkan mancanegara menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki peluang besar untuk menjadi pusat kegiatan otomotif berbasis komunitas di tingkat global.
Dr Raden Stevanus menilai, Jogja Scooter Parade bukan sekadar ajang berkumpulnya para pecinta Vespa dan scooter, melainkan sebuah momentum penting yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri otomotif nasional.
“Saya berharap Jogja Scooter Parade terus berkembang dari tahun ke tahun. Semoga suatu saat nanti tidak hanya menjadi festival scooter terbesar di Asia Tenggara, tetapi mampu menjadi festival scooter terbesar di dunia. Potensi itu sangat terbuka jika semua pihak memberikan dukungan yang berkelanjutan,” ujar Dr Raden Stevanus.
Menurut Dr Raden Stevanus, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satunya adalah besarnya komunitas Vespa yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.
“Komunitas Vespa di Indonesia dikenal memiliki semangat solidaritas yang luar biasa. Persaudaraan antaranggota komunitas menjadi ciri khas yang selalu terlihat dalam setiap kegiatan. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan jumlah komunitas Vespa terbesar di dunia. Kekuatan inilah yang harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai aset sosial maupun budaya,” kata Dr Raden Stevanus.
Baca juga:
- Keamanan Pangan Jadi Isu Strategis, Dr Raden Stevanus Ajak Masyarakat Lebih Cermat Memilih Pangan Sehat
- Bangun Kesetiakawanan Masyarakat, Dr Raden Stevanus Dorong Penguatan Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa
- Dinilai Mampu Melahirkan Pemimpin, Dr Raden Stevanus Apresiasi Leadership Development Program
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan event berskala nasional seperti Jogja Scooter Parade memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar kegiatan otomotif. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah secara langsung akan mendorong pertumbuhan community-based tourism atau pariwisata berbasis komunitas.
Konsep tersebut dinilai sangat selaras dengan karakter Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan destinasi wisata yang selama ini dikenal ramah terhadap berbagai kegiatan komunitas.
“Event seperti ini mampu menggerakkan wisata berbasis komunitas. Peserta tidak hanya datang mengikuti festival, tetapi juga menginap di hotel, menikmati kuliner khas Yogyakarta, berbelanja produk lokal, mengunjungi destinasi wisata, hingga memperkenalkan Yogyakarta kepada jejaring komunitas mereka di berbagai daerah bahkan luar negeri,” ungkap Dr Raden Stevanus
Ia menilai Jogja Scooter Parade juga menjadi ruang promosi yang strategis bagi industri kreatif nasional, khususnya sektor otomotif.
Berbagai pelaku usaha seperti builder, bengkel restorasi, produsen aksesori, apparel, suku cadang (aftermarket), hingga industri kreatif berbasis modifikasi memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar yang lebih luas.
“Potensi industri kreatif otomotif Indonesia sangat besar. Kita memiliki banyak builder, pengrajin, produsen aksesori, hingga UMKM yang kualitas produknya mampu bersaing. Event seperti ini menjadi etalase yang sangat baik untuk memperkenalkan karya anak bangsa kepada komunitas nasional maupun internasional,” kata Dr Raden Stevanus.
Ia juga menyoroti besarnya peluang ekonomi yang tercipta dari berkembangnya ekosistem scooter di Indonesia. Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang otomotif memiliki prospek yang sangat menjanjikan, mulai dari penjualan suku cadang, modifikasi, pengecatan, jasa restorasi, apparel, merchandise, hingga produk kreatif lainnya.
“Potensi UMKM di sektor otomotif sangat besar. Ketika sebuah event mampu menghadirkan ribuan peserta, maka yang bergerak bukan hanya penjualan kendaraan atau aksesori, tetapi juga hotel, restoran, transportasi, UMKM kuliner, jasa kreatif, hingga ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Efek bergandanya sangat nyata bagi perekonomian daerah,” kata Dr Raden Stevanus.
Stevanus berharap keberhasilan penyelenggaraan Jogja Scooter Parade 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah DIY untuk memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap event otomotif berbasis komunitas.
Menurutnya, dengan perencanaan yang matang, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan sektor pariwisata, Jogja Scooter Parade berpotensi menjadi agenda otomotif tahunan berskala internasional yang semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi unggulan.
“Saya berharap Pemerintah Daerah DIY dapat menangkap potensi besar dari event ini. Jogja Scooter Parade layak didorong menjadi agenda otomotif tahunan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skala yang lebih besar. Saya optimistis, apabila terus dikembangkan secara konsisten, event ini tidak hanya mengangkat nama Yogyakarta, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” kata Dr Raden Stevanus. (phj)
There is no ads to display, Please add some