Bantah Tuduhan Hacker Bjorka, Permadi Arya: Saya Tidak Pernah Makan Uang Pajak

beritabernas.com – Pegiat media sosial Permadi Arya yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Janda dengan tegas membantah juduhan seorang hacker yang menamakan dirinya Bjorka sebagai buzzer yang menerima bayaran dari Presiden Joko Widodo.

Permadi Arya mengaku pernah menjadi influencer pada Pilpres 2019, namun setelah pilpres tim bubar dan tidak lagi ada ikatan apapun, apalagi dibayar, dari presiden terpilih Jokowi.

Permadi Arya. Foto: IG@permadiaktivis2

“Saya tidak pernah makan uang pajak. Video cerita saya influencer yang dibayar pada waktu pilpres dipotong pada bagian saya menjelaskan bahwa tim kampanye tersebut telah dibubarkan pasca pilpres, dan tidak ada lagi yang namanya buzzer bayaran pemerintah,” tegas Permadi Arya alias Abu Janda dikutip beritabernas.com dari akun instagramnya.

https://www.instagram.com/permadiaktivis2/

Dalam beberapa hari terakhir seorang hacker yang mengaku bernama Bjorka meretas dan membocorkan data sejumlah pejabat pemerintahan dan sejumlah pegiat media sosial pro pemerintah seperti Denny Siregar, Eko Kunthadi dan Permadi Arya alias Abu Janda.

Menurut Permadi Arya, setelah menyerang Denny Siregar, Bjorka juga menyerang dan membocorkan data-data pribadinya. Permadi Arya pun mengaku heran mengapa Bjorka tidak pernah menarget tokoh-tokoh radikal. Padahal semua orang waras tahu bahwa kelompok itu tukang onar yang sebenarnya, pencipta polarisasi, bukan dirinya & Denny Siregar.

“Saya & Denny eksis karena selama ini kami mengkounter narasi-narasi provokatif & adu domba dari kelompok radikal tersebut,” kata Permadi Arya.

Permadi juga heran alamat yang dibocorkan adalah alamat rumah ibunya yang sudah tua. Sementara Permadi sendiri sudah lama tidak tinggal bersama ibunya. “Saya bertahun-tahun tinggal di Bandung, sekarang di bali,” kata Permadi.

Jadi, menurut Permadi, prestasi Bjorka yang mengaku hacker internasional cuma bisa membuat takut ibu-ibu tua tak berdaya yang tinggal sendirian. “Cemen amat,” kata Permadi ketus.

Permadi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah makan uang pajak. “Karena itu, video cerita saya influencer yang dibayar pada waktu pilpres dipotong pada bagian saya menjelaskan bahwa tim kampanye tersebut telah dibubarkan pasca pilpres, dan tidak ada lagi yang namanya buzzer bayaran pemerintah,” kata Permadi.

“Jadi patut dipertanyakan bjorka ini, hacker internasional ATAU pasukan Muslim Cyber Army pendukung imam besar cabul doyan chat porno?” tulis Permadi Arya di akun instagramnya. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *