Pemilu Sukses jadi Harapan untuk Mendorong Pertumbuhan Industri Properti 2024 di DIY

beritabernas.com – Pemilu 2024, baik Pilpres maupun pemilihan legislatif (Pileg) yang sukses menjadi harapan untuk mendorong pertumbuhan industri properti di DIY tahun 2024. Sebab, sifat industri properti yang membutuhkan pendanaan besar dan pertimbangan-pertimbangan dari banyak aspek, termasuk hasil pemilu.

Hal itu disampaikan Bogat AR, Dirut PT Saraswanti Indoland Development Tbk Yogyakarta, pada event Amazing REI Property Expo 2023 di Atrium Utama Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta. Event tersebut berlangsung mulai 20 Desember 2023 sampai dengan 25 Desember 2023.

Sementara Ilham M Nur, Ketua DPD REI DIY, mengatakan prospek industri properti di DIY tahun 2024 akan bertumbuh baik, apabila tahun anggaran 2024 diterbitkan lagi Permenkeu tentang PPnDTP (PPn Ditanggung Pemerintah) 100 persen sampai dengan Juni 2024.

PPnDTP tersebut akan diterapkan 50 persen sampai dengan Desember 2024 melanjutkan PPnDTP tahun 2023 yang berlaku sejak 1 November 2023 sampai dengan 31 Desember 2023.

“Sebenarnya pasar properti di DIY relatif stabil, karena permintaannya tidak hanya dari masyarakat DIY tapi hampir dari seluruh kota di Indonesia,” kata Ilham.

Sebagian undangan yang hadir dalam pembukaan expo. Foto: Susilo

Menurut Ilham kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh kondisi DIY yang relatif aman, ramah dan  kondisi masyarakat yang heterogen. Di samping itu, juga sangat didukung identitas kota Jogja sebagai kota tujuan wisata dan pendidikan.

Untuk mendukung perkembangan industri properti DIY tahun 2024, DPD REI DIY bekerja sama dengan Mavindo Pratama menyelenggarakan Amazing REI Property Ex po2023 di Atrium Utama Plaza Ambarrukmo Yogyakarta mulai 20 Desember 2023 sampai dengan 25 Desember 2023.

Menurut Rachmat Hidayat, Dirut Mavindo Pratama, peserta pameran terdiri dari 29 pegembang properti terpercaya dan terkemuka serta 6 perbankan nasional. Mavindo Pratama merupakan salah satu perusahaan event organizer terkemuka di Indonesia.

Expo tersebut dibuka oleh Hj Kustini Sri Purnomo (Bupati Sleman). Hadir dalam acara pembukaan antara lain Ilham M Nur (Ketua DPR REI DIY), Edy Susanto (BPOD REI DIY), Ngatijan Suryo (Sekjen DPP REI) dan Y Sri Susilo (KADIN DIY) serta pihak perbankan antara lain Kepala Cabang Bank BRI (sponsor utama), Bank BSI Syariah dan Bank Mandiri.

“Industri properti tahun mendatang diharapkan tetap tumbuh sehingga tetap berkontribusi bagi perekonomian daerah,” harap Bupati Sleman.

BACA JUGA:

Menurut Kustini, bergeraknya industri properti mempunyai efek pengganda terhadap perekonomian daerah, termasuk penyerapan tenaga kerja. Seperti diketahui, tumbuhnya industri properti juga mampu mendorong terjadinya pusat pertumbuhan ekonomi baru di suatu wilayah.

“Pameran ini menjadi wadah bagi para pelaku industri properti, pengembang, agen properti dan masyarakat umum untuk menjelajahi beragam proyek properti terbaru, tren inovatif, dan peluang investasi yang menarik di Jogja dan sekitarnya,” tambah Rachmad.

Produk properti yang dipamerkan mulai dari apartemen, rumah, tanah, hingga proyek komersial di berbagai lokasi terbaik di DIY. Tentunya dipresentasikan dan dipamerkan dengan konsep-konsep modern dan teknologi terkini.

“Dimungkinkan terdampak tahun politik dan suku bunga tinggi, tahun depan industri properti DIY masih menjadi daya tarik pembeli khususnya dari luar DIY,” harap Y Sri Susilo (pengamat ekonomi properti dan Pengurus KADIN DIY). 

Menurut Susilo, mayoritas pembeli properti DIY berasal dari luar DIY yang mempunyai ikatan emosional dengan Kota Yogyakarta. Sebagai contoh, pensiunan yang ingin menikmati masa pensiun, orangtua yang mempunyai anak kuliah dan masyarakat yang berminat investasi properti di DIY.

Secara nasional, prospek industri properti tahun 2024 sedikit banyak dipengaruhi oleh tahun politik dan suku bunga acuan (BI7DRR). Suku bunga BI bakal memberikan pengaruh negatif terhadap sektor properti. Sebab, masyarakat menjadi berhati-hati dalam mengambil kredit untuk membeli properti. 

Sektor properti diproyeksikan akan ikut terdampak memasuki tahun politik 2024. Tahun politik mendatang menjadi tahun yang perlu diantisipasi bagi para pemangku kepentingan, termasuk di sektor properti. Berdasarkan hasil riset tersebut, pada tahun politik, pendapatan dan penjualan sektor properti cenderung mengalami kontraksi. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *