beritabernas.com – PT Indo Asia Sinergi Sejahtera memperkuat ekosistem sertifikasi internasional bekerjasama dengan FEB Universitas YARSI Jakarta sebagai Partner Test Center (PTC). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sapto Hariyono, CEO PT Indo Asia Sinergi Sejahtera, didampingi Karulina Nursusana Tertiyastuti selaku Management Representative dan Bayu Setyo Purnomo selaku General Manager PT Indo Asia Sinergi Sejahtera pada 23 April 2026.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI dan penunjukan resmi sebagai Partner Test Center (PTC) TUV Rheinland ini menunjukkan komitmen PT Indo Asia Sinergi Sejahtera melalui unit pengembangan Indo Asia Academy sebagai Authorized Training Partner TUV Rheinland.
Baca juga:
- PT Indo Asia Sinergi Sejahtera Resmi Membuka Kantor Pusat di Yogyakarta
- Indo Asia dan TUV Rheinland Gelar Training of Trainer SAR Gunung Bersama FMI
Kegiatan seremonial ini diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh pimpinan kedua institusi serta perwakilan TUV Rheinland Indonesia. Dari pihak Universitas YARSI dihadiri oleh segenap pejabat struktural FEB YARSI, mulai dari Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi) hingga Sekretaris Program Studi (Sekprodi).
Melalui kerja sama ini, FEB Universitas YARSI akan berperan sebagai pusat pelaksanaan uji kompetensi internasional yang terintegrasi dalam Sertifikat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengakuan akademik formal, tetapi juga memiliki validasi kompetensi yang diakui secara global serta relevan dengan kebutuhan industri.

Penunjukan Partner Test Center ini juga menjadi bagian dari strategi Indo Asia dalam memperluas akses sertifikasi internasional di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sekaligus menjawab tantangan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin dinamis.
Rezki Wulan Ramadhanty SE MSc AWP, Business Development Authorized Training Partner TUV Rheinland & Founder Indo Asia Academy, PT Indo Asia Sinergi Sejahtera mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengembangan kompetensi mahasiswa berstandar internasional.
“Kami percaya bahwa integrasi sertifikasi TUV Rheinland dalam SKPI akan memberikan nilai tambah signifikan bagi lulusan dalam menghadapi persaingan global, sekaligus meningkatkan kepercayaan industri terhadap kualitas kompetensi mereka,” kata Rezki Wulan Ramadhanty.
Sementara Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI Prof Dr Ir Perdana Wahyu Santosa MM CRP CSA mengatakan, penunjukan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas lulusan FEB Universitas YARSI.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penguatan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri global,” kata Prof Dr Ir Perdana Wahyu Santosa.
Menurut Rezki Wulan Ramadhanty, Indo Asia Academy bersama mitra akan mengembangkan berbagai skema sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu entrepreneurship, digital marketing dan fundamental data analytics. Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan employability lulusan melalui penguasaan keterampilan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, serta kemampuan analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring Partner Test Center TUV Rheinland di Indonesia. “PT Indo Asia Sinergi Sejahtera optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing global di era transformasi digital,” kata Rezki Wulan Ramadhanty. (Nanang Mukti)
There is no ads to display, Please add some