Menteri LH Jumhur Hidayat: Saatnya Bertobat Ekologis dan Bekerja untuk Keadilan Iklim

beritabernas.com – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Muhammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa krisis lingkungan yang terjadi saat ini harus dijawab dengan aksi nyata, kolaborasi lintas sektor dan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, menjaga lingkungan dan mengatasi perubahan iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan sekarang.

Pernyataan itu disampaikan Menteri LH Jumhur Hidayat saat membuka Indonesia International Envirotech and Innovation Expo and Conference (Envirotech) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global Inspired by Nature for Climate, For Our Future dan tema nasional Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Pekan Lingkungan Hidup dan Envirotech 2026 yang juga Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani melaporkan bahwa Envirotech 2026 menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Mengusung tema Green Solution Technology for Climate, pameran diikuti 99 peserta yang berasal dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi internasional, perguruan tinggi, komunitas, dan startup lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat membuka Pekan Lingkungan Hidup di JICC, Kamis 11 Juni 2026. Foto Dok Danang Pusdal LH Jawa

Pembukaan kegiatan dihadiri lebih dari 4.000 peserta. Sekitar 3.000 di antaranya merupakan pelajar dan mahasiswa yang didominasi Generasi Z, didampingi peserta dari kalangan milenial, akademisi, pelaku usaha, serta pegiat lingkungan. Menurut Ridho, keterlibatan generasi muda menjadi modal penting untuk mempercepat lahirnya inovasi, kolaborasi, dan solusi lingkungan dalam menghadapi krisis iklim.

Dalam sambutannya, Jumhur mengingatkan bahwa tanda-tanda krisis lingkungan sudah terlihat nyata di berbagai sektor kehidupan.

“Krisis lingkungan sudah terjadi. Air, udara, dan tanah mengalami pencemaran, suhu bumi terus meningkat, hutan dan lahan mengalami kerusakan, serta keanekaragaman hayati terus menurun. Karena itu, menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” katanya.

Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemimpin dunia dalam aksi lingkungan dan iklim. Kekayaan keanekaragaman hayati, bentang alam yang luas, serta generasi muda yang kreatif merupakan aset penting yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Karena itu, Jumhur menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dipertentangkan dengan perlindungan lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan melalui penerapan ekonomi hijau, industri yang lebih bersih, tata kelola lingkungan yang lebih baik, serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus semakin hijau, industri semakin bersih, kota semakin sehat, desa semakin lestari, dan masyarakat semakin sadar serta terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” ujarnya.

Menurut Jumhur, Envirotech 2026 memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi lingkungan, tetapi juga wadah bertemunya inovasi, kebijakan, investasi, dan implementasi solusi di lapangan.

Baca juga:

Berbagai teknologi dan inovasi yang dipamerkan mencakup pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, pemulihan lingkungan, ekonomi sirkular, hingga penguatan sistem informasi lingkungan berbasis data.

“Jangan berhenti pada diskusi, jangan berhenti pada pameran, dan jangan berhenti pada seremoni. Kita harus mendorong kerja sama konkret, adopsi teknologi, investasi hijau, kemitraan riset, dan implementasi nyata di lapangan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penyelenggaraan acara yang berkelanjutan, KLH/BPLH juga melakukan pengimbangan emisi karbon (carbon offset) yang dihasilkan selama pelaksanaan Envirotech 2026. Pengimbangan dilakukan melalui pembelian kredit karbon sebesar 265 ton CO₂ ekuivalen yang berasal dari sejumlah proyek mitigasi emisi nasional.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Jumhur memberikan apresiasi kepada 16 penerima penghargaan Kalpataru 2026 yang dinilai berjasa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada Prof Emil Salim atas dedikasi panjangnya dalam membangun fondasi kebijakan dan kesadaran lingkungan hidup di Indonesia.

16 penerima penghargaan Kalpataru 2026 foto bersama dengan Menteri LH Jumhur Hidayat. Foto: Dok Danang Pusdal LH Jawa

“Penghargaan ini bukan sekadar penghormatan kepada seorang tokoh, tetapi juga pesan kepada bangsa bahwa perjuangan menjaga lingkungan harus terus diwariskan dan diperkuat dari generasi ke generasi,” katanya.

Jumhur juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Generasi Z dan Generasi Alpha yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki kepedulian lingkungan yang semakin tinggi dan akan menjadi penentu masa depan bumi.

“Generasi muda justru lebih peduli terhadap lingkungan dibanding generasi kami. Mereka akan mewarisi bumi ini, sehingga suara, gagasan, dan kepemimpinan mereka sangat penting,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Juhmur mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan tobat ekologis, yakni memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi dan berkomitmen tidak mengulanginya di masa depan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penanaman pohon, pemulihan kawasan tercemar, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penerapan prinsip polluter pays principle, yaitu pihak yang mencemari lingkungan wajib bertanggung jawab atas pemulihannya.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh budaya masyarakat yang menghormati alam, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari peradaban bangsa,” ujar Jumhur.

Melalui Envirotech 2026, pemerintah berharap semakin banyak inovasi, kemitraan, dan solusi yang lahir untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta mempercepat upaya penanganan krisis lingkungan dan perubahan iklim di Indonesia. (Yus Ade, Pusdal Jawa, Laporan Langsung dari PLI Jakarta)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *